Kamis, 18 Maret 2021

Soal-Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

Jawablah pertanyaan Essai ini dengn singkat dan tepat !!!




 1. Bandingkan perilaku anak yang berfikir secara kritis dan demokratis dengan anak yang tidak berfikir seperti itu? 

2. Bagaimana pendapat anda tentang sikap berpikir kritis?

3. Apa itu makna demokrasi ?

4. Apa saja keutamaan Musyawarah?

5. Mengapa seorang muslim harus bertawakal kepada Allah Swt. Atas hasil keputusan musyawarah?

6. Sebutkan salah satu istilah dalam Al-Qur’an yang bermakna berpikir!

7. Jelaskan kandungan dari surat Al-Anbiya ayat 33!

8. Apa itu Dhamir? 

9. Adakah ayat lain yang memiliki kandungan yang sama seperti Al-Anbiya ayat 33 dan An-Nahl ayat 12? Jika ada, tuliskan!

10. Mengapa Allah menciptakan menciptakan alam semesta beserta isinya jika pada akhirnya akan dihancurkan?

11. Bagaimana seharusnya kita menyikapi kiamat kecil di sekitar kita? Salah satunya adalah kematian.

12. Apa pengertian iman kepada hari akhir?

13. Apa saja hikmah yang diperoleh dari iman kepada hari akhir?

14. Bagaimana tahapan-tahapan peristiwa yang dialami manusia sebagai proses menuju alam Akhirat!

15. Jelaskan seperti apa perilaku yang menggambarkan kesadaran beriman kepada Hari Akhir!



Jawaban Latihan Soal- Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

 1.Anak yang berfikir secara kritis dan demokratis akan selalu tenang dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi, mereka akan selalu mencari solusi dari segala sudut pandang yang terjadi, netral, dan berpikiran terbuka. Sebaliknya anak yang tidak berfikir secara kritis dan demokratis mereka akan selalu mementingkan ego nya, menganggap dirinya korban padahal dirinya merupakan pelaku, tidak jujur, dan selalu dihantui rasa tidak tenang. 

2.Menurut saya sikap berpikir kritis adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid serta argument yang akurat. Warga Negara yang democrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan empiris (realitas social, budaya dan kepercayaan).  Sikap kritis juga harus ditujukan pada diri sendiri. Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu harus di dukung oleh sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang di kritisi.

3.Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

4.Menyelesaikan masalah dengan keputusan yang kuat, tidak akan menimbulkan penyesalan, melatih menyuarakan pendapat, menyelesaikan masalah secara adil, menyatukan perbedaan.

5. Karena manusia hanya bisa berikhtiar sedangkan hasil yang menentukan hanya Allah Swt. semata dan dampaknya jika bertawakal, hati akan menjadi tenang.

6. Ta’akul

7. Mengandung tentang bagaimana Allah menciptakan matahari dan bulan serta menjadikan malam dan siang itu sesuai dengan garis edarnya maksudnya matahari yg berpasangan dgn pagi serta bulan yg berpasangan dengan malam.

8.Dhamir merupakan Isim Ma'rifah yang bermanfaat untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu atau seseorang maupun sekelompok.

9. اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya : Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? (Q.S Al-Anbiya ayat 30)

وَاللّٰهُ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ ࣖ

Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

Surat lainnya : Al-Mu’minun ayat 18, Tha-Ha ayat 53, An-Nur ayat 45, dan masih banyak lagi

10. Tujuan penciptaan manusia dalam Al-Qur'an adalah supaya beribadah kepada Allah. Sedangkan kebanyakan ayat dalam Al-Qur'an menerangkan penciptaan langit dan bumi adalah menunjukkan Allah Maha Kuasa dan Perkasa atas segala sesuatu. Penciptaan  dan pengakhiran bumi juga bisa menjadi sebuah petunjuk  kepada kita untuk memilih jalan keimanan. "Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru. (Q.S. 14:19)". Dari ayat tersebut sedikit banyak dapat disimpulkan, bahwa tujuan utama manusia ada adalah supaya beribadah kepada Allah. Ketika nantinya waktu untuk beribadah tersebut telah habis, maka manusia maupun makhluk lain yang ada tidak bisa menghindari hari kehancuran.

11.Kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah Ta’ala telah berfirman. Dan hal yang dapat kita lakukan dalam menyikapi hal tersebut adalah :

Bersegera dalam bertaubat

Giat dan semangat dalam beribadah kepada Allah

Rasa qana’ah di dalam hati

12.Iman kepada hari akhir adalah pengertian iman kepada hari kiamat yaitu percaya dan yakin bahwa seluruh alam semesta dan isinya akan hancur suatu saat nanti dan setelah itu akan ada kehidupan yang kekal (akhirat).

13.Hikmah Beriman kepada Hari Akhir:

a. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).

b. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan.

c. Selalu berbuat baik dan benar.

d. Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.

e. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq.

f. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah.

14.a. Yaumul Ba’atş

Sesudah hancur dan musnahnya alam semesta termasuk manusia, terjadilah hari kebangkitan. Hari kebangkitan adalah proses dibangkitkannya seluruh makhluk dari alam kubur. 

b. Yaumul Hasyr

Yaumul Hasyr yaitu hari berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya masing-masing. Kemudian semua manusia digiring ke tempat yang luas yaitu Padang Mahsyar (tempat berkumpul). 

c. Buku Catatan

Setiap manusia di alam mahsyar mempunyai buku catatan (kitab perjalanan hidup) yang sudah dicatat Malaikat Raqīb dan ‘Atīd. Kitab catatan ini berisi semua perbuatan dan perkataan manusia sewaktu hidup di dunia. 

d. Yaumul Hisãb dan Mizãn

Yaumul Hisab adalah hari ketika Allah Swt. memperlihatkan semua amalan di akhirat untuk dihisab. Segala dosa besar dan kecil dihitung dengan seksama dan teliti. Ketika amalan mereka dihitung, anggota tubuh mereka ikut menjadi saksi. 

e. Ash-Sirhat

Shirat adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju surga. Mudah atau sulitnya melewati Shirat itu tergantung kepada amal setiap manusia. 

f. Yaumul Jaza'

Yaumul Jaza’ yaitu suatu hari ketika semua manusia akan menerima balasan Allah Swt. (Jaza’). Balasan yang diterima seseorang sesuai dengan amalnya selama ia hidup di dunia. 

g. Balasan Perbuatan Baik dengan Surga dan Perbuatan Buruk dengan Neraka

15.a. Menyadari bahwa semua perbuatan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Untuk itu, segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama. 

b. Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah Swt., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya;

c. Selalu berusaha melakukan amal saleh dan menghindari semua perbuatan yang bertentangan dengan norma agama

Pendapat Ulama tentang Dukhan, Salah Satu Tanda Besar Datangnya Kiamat

 Kedatangan hari kiamat merupakan suatu kepastian, bahkan mempercayainya merupakan salah satu dari rukun iman. Namun, tidak ada yang

tahu kapan waktunya kiamat akan terjadi. Baik riwayat, nubuah akhir zaman maupun ilmu pengetahuan serta catatan sejarah hanya mengungkapkan beberapa tanda-tanpa yang diprediksi akan muncul sebelum kiamat benar-benar terjadi.

Salah satunya adalah Dukhan, yakni kemunculan asap atau kabut. Keterangan asap sebagai tanda kiamat, Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ. يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ . رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman. (QS. ad-Dukhan: 10–12)

Juga disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سِتًّا طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوِ الدُّخَانَ أَوِ الدَّجَّالَ أَوِ الدَّابَّةَ أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ

bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: matahari terbit dari barat, munculnya dajjal, keluarnya Dabbah (hewan yang bisa bicara), kematian kalian, atau perkara genting yang meluas di masyarakat. (HR. Ahmad 8670, Muslim 7584, dan yang lainnya).

Menurut keteranga dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud, Dukhan itu sifatnya menyeluruh, dialami semua manusia. Dan dalam hadis dinyatakan, bahwa Hudzaifah pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Dukhan. Lalu beliau membaca surat ad-Dukhan di atas, kemudian beliau bersabda:

يملأ ما بين المشرق والمغرب، يمكث أربعين يومًا وليلة، أما المؤمن فيصيبه منه كهيئة الزكمة، وأما الكافر فيكون بمنزلة السكران

Dukhan itu memenuhi timur dan barat. Tinggal selama 40 hari. Untuk orang mukmin, mereka terkena paparan sehingga seperti orang pilek. Sementara orang kafir, seperti orang mabuk. (Tafsir at-Thabari, 25/68)

Adapun pendapat para ulama tentang dukhan itu berbeda-beda. Dikutip dari laman Konsultasi Syariah, berikut ini beberapa pendapat ulama dalam menjabarkan tentang dukhan yang disebutkan dalam ayat Alquran tersebut:

1. Dukhan sudah terjadi pada masa Nabi

Pendapat pertama menyebut, dukhan yang dimaksud adalah kondisi kelaparan yang dialami masyarakat Quraisy, karena kering yang berkepanjangan. Dan ini terjadi setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah. Saking keringnya tanah, hingga debu-debu sangat mudah beterbangan ketika ada angin. Dan orang arab menyebut debu beterbagan dengan Dukhan. Demikian keterangan Ibnu Qutaibah, seperti yang disebutkan Ibnu Ayura dalam tafsirnya. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

Diantara ulama yang menyatakan bahwa Dukhan adalah kekeringan yang menimpa orang quraisy adalah sahabat Ibnu Mas’ud dan diikuti beberapa ulama salaf.

Masruq, murid Ibn Mas’ud, pernah bercerita, ada seseorang yang bercerita di Kindah, bahwa akan datang Dukhan di hari kiamat, lalu menyambar telinga dan penglihatan orang munafik. Sementara orang mukmin seperti kena pilek. Mendengar ini, kami kaget. Lalu kami mendatangi Ibnu Mas’ud yang ketika itu sedang istirahat. Beliaupun marah dan mengatakan,

“Siapa yang punya ilmu, silahkan bicara. Siapa yang tidak punya ilmu, ucapkan Allahu a’lam.”

Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan makna Dukhan:

إِنَّ قُرَيْشًا أَبْطَئُوا عَنِ الإِسْلاَمِ فَدَعَا عَلَيْهِمِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ ، فَأَخَذَتْهُمْ سَنَةٌ حَتَّى هَلَكُوا فِيهَا ، وَأَكَلُوا الْمَيْتَةَ وَالْعِظَامَ وَيَرَى الرَّجُلُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ كَهَيْئَةِ الدُّخَانِ

“Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka, seperti kekeringan di zaman Yusuf.” Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap.” (HR. Ahmad 4186 dan Bukhari 4774)

Ibnu Mas’ud juga pernah mengatakan:

خَمْسٌ قَدْ مَضَيْنَ اللِّزَامُ وَالرُّومُ وَالْبَطْشَةُ وَالْقَمَرُ وَالدُّخَانُ

“Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al-Lizam, peristiwa perang romawi, al-Bathsyah, terbelahnya bulan, dan Dukhan.” (HR. Bukhari 4825).

al-Lizam adalah semua hukuman yang Allah timpakan bagi orang kafir; al-Bathsyah adalah kekalahan orang kafir di perang Badar. Pendapat ini dinilai kuat oleh Ibnu Asyura. Dalam tafsirnya, beliau mengatakan:

والأصح أن هذا الدخان عُني به ما أصاب المشركين من سِنِي القحط بمكة بعد هجرة النبي صلى الله عليه وسلم إلى المدينة

Pendapat yang benar, Dukhan yang dimaksud adalah musim kering yang dialami kaum musyrikin di Mekah, setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

2. Dukhan hanya muncul di akhir zaman

Menurut pendapat kedua, dukhan hanya akan muncul di akhir zaman dan dapat dilihat oleh semua manusia. Ini pendapat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan diikuti mayoritas ulama, termasuk yang dinilai kuat oleh Ibnu Katsir.

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan beberapa riwayat keterangan sahabat. Diantaranya:

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

لم تمض آية الدخان بعد، يأخذ المؤمن كهيئة الزكام، وتنفخ الكافر حتى ينفذ

“Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Demikian pula keterangan Ibnu Umar yang mengatakan:

يخرج الدخان، فيأخذ المؤمن كهيئة الزكمة، ويدخل في مسامع الكافر والمنافق، حتى يكون كالرأس الحنيذ

“Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya, hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik, sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang.” (Tafsir at-Thabari, 22/17).

Setelah Ibnu Katsir menyebutkan riwayat yang mendukung tentang keberadaan Dukhan di masa mendatang, lalu beliau mengatakan:

وهكذا قول من وافقه من الصحابة والتابعين أجمعين، مع الأحاديث المرفوعة من الصحاح والحسان وغيرهما، التي أوردناها مما فيه مقنع ودلالة ظاهرة على أن الدخان من الآيات المنتظرة، مع أنه ظاهر القرآن

“Demikian pendapat masalah dukhan, dari kalangan sahabat, dan tabiin, disertai hadis marfu’, yang shahih, hasan, maupun yang lainnya, yang kami sebutkan, merupakan dalil yang jelas bahwa Dukhan termasuk tanda kiamat yang masih ditunggu (belum datang), disamping itu sesuai dengan makna teks al-Quran.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Lalu Ibnu Katsir mengomentari pendapat pertama, yang disampaikan Ibnu Mas’ud, bahwa Dukhan yang beliau ceritakan hanya dilihat orang musyrikin saja, dan itu hakekatnya hanyalah khayalan mereka karena kondisi cuaca panas yang sangat parah, yang mereka alami.

3. Dukhan itu ada 2

Pendapat ketiga mengatakan bahwa dukhan itu ada 2. Ini merupakan gabungan dari pendapat pertama dan pendapat kedua.

Menurut pendapat ini, ada dukhan yang telah terjadi, seperti yang diceritakan Ibnu Mas’ud, dan ada pula yang belum terjadi. Pendapat ketiga ini dipilih an-Nawawi dan dinyatakan al-Qurthubi.

Al-Qurthubi mengatakan:

قال مجاهد : كان ابن مسعود يقول: هما دخانان قد مضى أحدهما ، والذي بقي يملأ ما بين السماء والأرض، ولا يجد المؤمن منه إلا كالزكمة، وأما الكافر فتثقب مسامعه

Mujahid mengatakan, bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat, ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunnya, akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi. (at-Tadzkirah, hlm. 738)


8 Skenario atau Gambaran Hari Kiamat Menurut Para Ahli

 Global Challenges Foundation, sebuah organisasi dengan misi mengurangi isu-isu global yang dihadapi semua orang, membuat laporan tahunan berjudul "Risiko Bencana Global".

 Dalam menyusun laporannya, peneliti meninjau berbagai makalah dan berkonsultasi dengan ahlinya. Terkait hal itu, inilah 8 skenario yang diduga bisa menyebabkan kiamat, 

1. Perang Nuklir 

Para ahli memperingatkan, di masa depan kemungkinan akan ada perang nuklir yang lebih dahsyat dibanding beberapa dekade lalu. "Sesaat setelah pemboman Hiroshima yang menewaskan 150.000 orang, dunia hidup dalam bayang-bayang perang yang berbeda dari sebelumnya," kata ahli. Senjata tercanggih di masa depan mungkin dapat melenyapkan 80 sampai 90 persen isi bumi, termasuk manusia, dengan radius 1-4 kilometer. Saat ini, AS dan Rusia diketahui memiliki persenjataan terbesar dengan 7.000 hulu ledak seperti rudal, torpedo, atau senjata sejenis. Setelah dua negara itu, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel diyakini memiliki beberapa perangkat nuklir. Perang nuklir tidak hanya bisa menghapus kehidupan dan suatu wilayah. Hal ini juga bisa menyisakan penyakit radioaktif. 

2. Perang biologi dan kimia 

Dibanding serangan pada umumnya, senjata berbahan biologi dan kimia lebih murah pembuatannya. Kemajuan teknologi dalam rekayasa genetika dan biologi sintetis memudahkan cendekiawan mengubah mikro-organisme menjadi sesuatu yang berpotensi bahaya. Jika mikro-organisme dilepaskan dari laboratorium terkontrol karena kesalahan atau tindak kejahatan, hal ini dapat menimbulkan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

3. Perubahan Iklim 


Pada 2015, lebih dari 200 negara menandatangani Perjanjian Iklim Paris (AS mundur dari perjanjian ini tahun lalu) yang mencakup janji untuk menjaga suhu global jauh di bawah 2 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri. Hal ini untuk mencegah wilayah seperti New York, Mumbai, Shanghai, dan kota-kota pesisir lainnya agar tidak tenggelam dalam air dan menyelamatkan lebih dari satu miliar manusia yang mendiami wilayah pesisir. "Skala kehancuran berada di luar kemampuan kita, kemungkinan besarnya peradaban manusia bisa segera berakhir," kata para ahli menyimpulkan. Laporan ini muncul setelah sebuah studi tentang perubahan iklim membahas ancaman kenaikan suhu global 1,5 derajat Celcius dapat mendorong ke sejumlah hal negatif, termasuk cuaca ekstrem, banjir, dan gelombang panas. 

4. Hancurnya ekosistem 



Manusia mengandalkan ekosistem yang seimbang agar bisa hidup di tingkat sosial dan ekonomi. Sementara itu, ekosistem juga tidak bisa diambil begitu banyak. Polusi, pergerakan spesies di seluruh dunia, dan rusaknya habitat makin mengancam ekosistem. Jika ekosistem melewati ambang batas, maka air tawar akan menjadi langka, kualitas tanah menurun, dan keanekaragaman hayati hancur. "Hal ini akan membuat kondisi manusia memburuk secara signifikan," tulis para penulis. Sebagai contoh, sejak 1960 perubahan iklim dan kekeringan menyusut 90 persen dan berdampak pada 40 juta kehidupan. 

5. Pandemi 

Berkat adopsi kemajuan medis, seperti peluncuran vaksin, tingkat penyakit seperti kolera dan malaria menurun pada abad lalu. Tetapi ancaman pandemik bencana tetap ada, karena penyakit baru yang tidak dilengkapi pelindung seperti vaksin dapat muncul. Misalnya ada mikro-organisme yang menyebar ke kawasan yang padat penduduk lewat pasokan air. Resistensi terhadap antibiotik juga menjadi perhatian utama karena menghilangkan senjata penting dalam perang melawan bakteri dan penyakit. 

6. Dampak asteroid 

 Seperti kita tahu, di masa lalu sebuah asteroid menghancurkan seluruh dinosaurus di muka bumi. Berkaca dari hal tersebut, tidak ada yang dapat memastikan bahwa hal itu tidak lagi terjadi. Bukti menunjukkan, tabrakan asteroid dengan konsekuensi bencana terjadi rata-rata setiap 120.000 tahun. Para ahli khawatir puing-puing dari tabrakan asteroid bisa menutup sinar matahari sampai berbulan-bulan, merusak lingkungan, dan ekosistem. Ahli memperkirakan korban tewas akibat asteroid bisa mencapai ratusan juta jiwa. Baca juga: Kiamat Pasti Terjadi, Tapi Ilmuwan Sebut Masih 6,5 Miliar Tahun Lagi 

7. Letusan supervolcanic 



Erupsi supervolcanic diyakini dapat menghancurkan 400 kilometer kubik materi. Data tentang kejadian semacam itu relatif terbatas dan oleh karena itu sulit untuk memprediksi letusan secara akurat. Namun, para ahli vulkanologi percaya letusan supervolcanic terjadi setiap 17.000 tahun sekali, dan yang terakhir terjadi di Selandia Baru sekitar 26.500 tahun lalu. Jika gunung berapi super seperti Yellowstone di AS meletus, maka hampir seluruh makhluk hidup dapat terbunuh dan infrastruktur seperti pertanian akan hancur. Polutan seperti sulfat dan abu juga dapat menghalangi sinar matahari untuk waktu yang singkat dan menyebabkan penurunan suhu global. 

8. Artificial intelligence (AI)

 Para ahli sangat prihatin dengan prospek robot yang melampaui kecerdasan manusia. Terlepas dari upaya menyelaraskan mesin dengan moralitas yang disepakati, kesalahan kecil dapat membuat manusia berada di tangan teknologi dengan tingkat kecerdasan yang ekstrim. Skenario berbahaya yang paling mungkin akan melihat AI sebagai senjata baru yang dapat menjadi bumerang.


Soal-Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

Jawablah pertanyaan Essai ini dengn singkat dan tepat !!!  1. Bandingkan perilaku anak yang berfikir secara kritis dan demokratis dengan ana...