Kamis, 18 Maret 2021

Terjemah, Isi Kandungan, dan Kaidah Tajwid Surat Ali- Imran ayat 159,190, dan 191

Surat Ali Imran Ayat 159




فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَ

كَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya :

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imran: 159)."

Isi Kandungan Al Imran Ayat 159
Berikut ini adalah isi kandungan Surat Ali Imran ayat 159:

    1. Bersikap lemah lembut.

    2. Menghindari buruk budi pekerti.

    3. Menjauhi keras hati atau keras kepala. Buruk akhlak dan keras kepala berakibat akan ditinggalkan         oleh orang lain.

    4. Memohonkan ampunan kepada Allah bagi mereka

    5. Membiasakan hidup musyawarah dan konsisten terhadap hasilnya.


Tajwid Surah Ali Imran : 159

            :   Mad Thobi'i

 

Alasan :

Salah satu huruf (yaitu mim) berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harkat.

 

 


2.                           : Idghom bi Gunnah

 

Alasan :

Terdapat tanwin yang menghadapi mim. Pembacaannya ditahan selama 2 harkat.

 

 


3.                     : Lam Tafkhim

 

Alasan :

Lafadz Jalallah yang sebelumnya terdapat huruf berharkat fatah yaitu nun. Pembacaan lafadz jalallah ditebalkan atau dibaca “Minalllohi”.

 

 


4.                : Ikhfa Aqrob

 

Alasan :

Nun sukun bertemu dengan huruf Ta.

 

 


5.                     : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun bertemu dengan wau.

 

 


6.               : Mad Layyin

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah (yaitu lam) bertemu dengan wau sukun.

 

 


7.                 : Ikhfa Aqrob

 

Alasan :

Nun sukun bertemu dengan huruf Ta.

 

 


8.                 : Idzhar Halqi

 

Alasan :

Tanwin menghadapi huruf Ghin.

 


9.                : Mad Thobi'i

 

Alasan :

Huruf berharkat kasrah menghadapi ya sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

 


10.              : Alif lam Qomariah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf Qaf.

 


11.             : Ikhfa Ausath

 

Alasan :

Nun sukun menghadapi huruf Fa.

 

 


12.             : Mad Thobi'i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

 


13.              : Idzhar Halqi

 

Alasan :

Nun sukun menghadapi huruf Ha.

 


14.               : Mad Layyin

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah yaitu ha menghadapi wau sukun.

 


15.             : Idzhar Halqi

 

Alasan :

Nun sukun menghadapi huruf HA.

 

 


16.               : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi wau.

 


17.               : Ra Tarqiq

 

Alasan :

Sebelum ra sukun terdapat huruf berharkat kasrah.

 

 


18.              : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi wau.

 

 


19.             : Mad Thobi'i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

 


20.              : Ra Tarqiq

 

Alasan :

Sebelum ra sukun terdapat huruf berharkat kasrah.

 

 


21.              : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi huruf Fa.

 

 


22.                 : Alif Lam Qomariah

 

Alasan :

Setelah alif lam terdapat huruf Hamzah.

 

23.              : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi huruf Ra.

 

 


24.               : Mad Thobi'i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

 


25.              : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi Ta.

 

 


26.                  : Lam Tafkhim

 

Alasan :

Sebelum lafadz Jalallah merupakan huruf berharkat fatah. Pembacaan lafadz jalallah ditebalkan atau menjadi “ ‘Alalloh”.

 

 


27.              : Gunnah Musyadadah

 

Alasan :

Nun bertasydid. Pembacaannya ditahan selama 2 harakat.

 

 


28.               : Lam Tafkhim

 

Alasan :

Sebelum lafadz Jalallah merupakan huruf berharkat fatah. Pembacaan lafadz jalallah ditebalkan atau menjadi “innalloha".


 


29.               : Alif lam Qomariah

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf mim.

 

 


30.              : Mad Aridl lis sukun

Alasan :

Nun berharkat di sukunkan di akhir kalimat.


Surat Ali Imran Ayat 190-191 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي

 الْأَلْبَابِ  . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ

 فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا

 عَذَابَ النَّارِ

Artinya : 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 190-191)

Isi Kandungan Al Imran Ayat 190-191
Berikut ini adalah isi kandungan Surat Ali Imran ayat 190-191:
    1. Penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang merupakan tanda kekuasaan Allah.
    2. Tanda kekuasaan Allah di alam semesta ini hanya diketahui oleh (ulil-albab).
    3. Ulul albab adalah orang yang berdzikir dan berpikir. Ia selalu ingat kepada Allah dalam segala                 kondisi dan ia juga mempergunakan akalnya untuk memikirkan penciptaan alam semesta.
    4. Tafakkur atau berpikir yang benar akan mengantarkan pada kesimpulan bahwa Allah menciptakan         sesuatu tidak ada yang sia-sia. Semuanya benar, semuanya bermanfaat.
    5. Tafakkur atau berpikir yang benar juga melahirkan kedekatan kepada Allah dan memperbanyak             doa kepada-Nya.
    6. Semua ciptaan Allah Swt. Tidak ada yang sia-sia, semua penuh dengan hikmah dan kebaikan yang         besar bagi hamba-Nya.

Tajwid Surah Ali Imran : 190-191


            : Gunnah Musyadadah

 

Alasan :

Nun bertasydid.  Pembacaannya ditahan selama 2 harakat.

 


            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat Kasrah menghadapi ya sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

3.               : Alif lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf sin.

 


4.              : Mad Thobi'i (2)

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (alif dalam kalimat tersebut berupa alif kecil/khonjariyah). Terdapat 2 mad Thobi’i dalam kalimat ini. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


5.              : Alif Lam Qomariah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf hamzah.

 


6.               : Ra Tafkhim

 

Alasan :

Sebelum ra sukun terdapat huruf berharkat fatah.

 


7.              : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


8.              : Alif Lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf Lam.

 


9.               : Mad Layyin

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi ya sukun.

 


10.            : Alif lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf nun.

        

11.             : Mad Thobi'i (bila di washolkan), Mad Aridl lis sukun (bila di waqafkan)

 

Alasan :

·         (Bila di washolkan) Huruf berharkat fatah menghadapi alif.

·         (Bila di waqafkan) Ra berharkat terdapat setelah mad Thobi’i kemudian disukunkan karena terdapat di akhir kalimat.

 


12.            : Mad Thobi'i

 

Alasan :

 Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

 


13.             : Idghom bila Gunnah

 

Alasan :

Tanwin menghadapi Lam. Pembacaannya dileburkan biasa tidak ada penahanan seperti idghom bi gunnah.

 


14.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

15.             : Alif Lam Qomariah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf hamzah.

 


16.              : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 

17.             : Qolqolah Kubro

 

Alasan :

Ba disukunkan di akhir kalimat.

 


18.           : Alif Lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alim lam menghadapi huruf lam.

 

19.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat kasrah menghadapi ya sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


20.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


21.            : Lam Tafkhim

 

Alasan :

Sebelum lafadz Jalallah merupakan huruf berharkat fatah. Pembacaan lafadz jalallah ditebalkan atau menjadi “Nalloha".

 


22.           : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


23.             : Idghom bi Gunnah

 

Alasan :

Tanwin menghadapi wau. Pembacaannya ditahan selama 2 harakat.

 


24.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


25.             : Idghom bi Gunnah

 

Alasan :

Tanwin menghadapi wau. Pembacaannya ditahan selama 2 harkat.

 


26.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


27.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


28.            : Idzhar Syafawi

 

Alasan :

Mim sukun menghadapi huruf wau.

 


29.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat dhommah menghadapi wau sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


30.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat kasrah menghadapi ya sukun. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


31.             : Alif Lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf sin.

 


32.             : Mad Thobi’i (2)

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Terdapat 2 mad Thobi’i dalam kalimat ini. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


33.            : Alif Lam Qomariah

 

Alasan :

Alif lam bertemu dengan huruf hamzah.

 


34.             : Ra Tafkhim

 

Alasan :

Sebelum ra sukun terdapat huruf berharkat fatah.

 


35.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


36.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


37.            : Qolqolah Sugro

 

Alasan :

Qaf sukun berada di tengah kalimat.

 


38.              : Mad Thobi’i (2)

 

Alasan :

 Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Terdapat dua hukum mad thobi'i dalam kalimat ini (berupa alif kecil/khonjariyah dan alif biasa). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


39.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


40.             : Mad Iwad (Jika di waqafkan), Ikhfa Ausat (Jika di washolkan)

 

Alasan :

·         (Bila di waqafkan) Huruf bertanwin diwaqafkan maka tanwinnya menghilang dan menjadi hukum mad. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

·         (Bila di washolkan) Tanwin menghadapi huruf sin.

 


41.            : Qolqolah Sugro

 

Alasan :

Ba sukun terdapat di tengah kalimat.

 


42.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif (dalam kalimat ini berupa alif kecil/khonjariyah). Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


43.             : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


44.            : Mad Thobi’i

 

Alasan :

Huruf berharkat fatah menghadapi alif. Pembacaannya dipanjangkan menjadi 2 harakat.

 


45.              : Alif Lam Syamsyiah

 

Alasan :

Alif lam menghadapi huruf nun.

 

46.            : Mad Aridl lis Sukun

 

Alasan :

Ra berharkat terdapat setelah mad thobi’i, kemudian disukunkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Soal-Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

Jawablah pertanyaan Essai ini dengn singkat dan tepat !!!  1. Bandingkan perilaku anak yang berfikir secara kritis dan demokratis dengan ana...