Kamis, 18 Maret 2021

Soal-Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

Jawablah pertanyaan Essai ini dengn singkat dan tepat !!!




 1. Bandingkan perilaku anak yang berfikir secara kritis dan demokratis dengan anak yang tidak berfikir seperti itu? 

2. Bagaimana pendapat anda tentang sikap berpikir kritis?

3. Apa itu makna demokrasi ?

4. Apa saja keutamaan Musyawarah?

5. Mengapa seorang muslim harus bertawakal kepada Allah Swt. Atas hasil keputusan musyawarah?

6. Sebutkan salah satu istilah dalam Al-Qur’an yang bermakna berpikir!

7. Jelaskan kandungan dari surat Al-Anbiya ayat 33!

8. Apa itu Dhamir? 

9. Adakah ayat lain yang memiliki kandungan yang sama seperti Al-Anbiya ayat 33 dan An-Nahl ayat 12? Jika ada, tuliskan!

10. Mengapa Allah menciptakan menciptakan alam semesta beserta isinya jika pada akhirnya akan dihancurkan?

11. Bagaimana seharusnya kita menyikapi kiamat kecil di sekitar kita? Salah satunya adalah kematian.

12. Apa pengertian iman kepada hari akhir?

13. Apa saja hikmah yang diperoleh dari iman kepada hari akhir?

14. Bagaimana tahapan-tahapan peristiwa yang dialami manusia sebagai proses menuju alam Akhirat!

15. Jelaskan seperti apa perilaku yang menggambarkan kesadaran beriman kepada Hari Akhir!



Jawaban Latihan Soal- Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

 1.Anak yang berfikir secara kritis dan demokratis akan selalu tenang dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi, mereka akan selalu mencari solusi dari segala sudut pandang yang terjadi, netral, dan berpikiran terbuka. Sebaliknya anak yang tidak berfikir secara kritis dan demokratis mereka akan selalu mementingkan ego nya, menganggap dirinya korban padahal dirinya merupakan pelaku, tidak jujur, dan selalu dihantui rasa tidak tenang. 

2.Menurut saya sikap berpikir kritis adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid serta argument yang akurat. Warga Negara yang democrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan empiris (realitas social, budaya dan kepercayaan).  Sikap kritis juga harus ditujukan pada diri sendiri. Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu harus di dukung oleh sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang di kritisi.

3.Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

4.Menyelesaikan masalah dengan keputusan yang kuat, tidak akan menimbulkan penyesalan, melatih menyuarakan pendapat, menyelesaikan masalah secara adil, menyatukan perbedaan.

5. Karena manusia hanya bisa berikhtiar sedangkan hasil yang menentukan hanya Allah Swt. semata dan dampaknya jika bertawakal, hati akan menjadi tenang.

6. Ta’akul

7. Mengandung tentang bagaimana Allah menciptakan matahari dan bulan serta menjadikan malam dan siang itu sesuai dengan garis edarnya maksudnya matahari yg berpasangan dgn pagi serta bulan yg berpasangan dengan malam.

8.Dhamir merupakan Isim Ma'rifah yang bermanfaat untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu atau seseorang maupun sekelompok.

9. اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya : Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? (Q.S Al-Anbiya ayat 30)

وَاللّٰهُ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ ࣖ

Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

Surat lainnya : Al-Mu’minun ayat 18, Tha-Ha ayat 53, An-Nur ayat 45, dan masih banyak lagi

10. Tujuan penciptaan manusia dalam Al-Qur'an adalah supaya beribadah kepada Allah. Sedangkan kebanyakan ayat dalam Al-Qur'an menerangkan penciptaan langit dan bumi adalah menunjukkan Allah Maha Kuasa dan Perkasa atas segala sesuatu. Penciptaan  dan pengakhiran bumi juga bisa menjadi sebuah petunjuk  kepada kita untuk memilih jalan keimanan. "Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru. (Q.S. 14:19)". Dari ayat tersebut sedikit banyak dapat disimpulkan, bahwa tujuan utama manusia ada adalah supaya beribadah kepada Allah. Ketika nantinya waktu untuk beribadah tersebut telah habis, maka manusia maupun makhluk lain yang ada tidak bisa menghindari hari kehancuran.

11.Kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah Ta’ala telah berfirman. Dan hal yang dapat kita lakukan dalam menyikapi hal tersebut adalah :

Bersegera dalam bertaubat

Giat dan semangat dalam beribadah kepada Allah

Rasa qana’ah di dalam hati

12.Iman kepada hari akhir adalah pengertian iman kepada hari kiamat yaitu percaya dan yakin bahwa seluruh alam semesta dan isinya akan hancur suatu saat nanti dan setelah itu akan ada kehidupan yang kekal (akhirat).

13.Hikmah Beriman kepada Hari Akhir:

a. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).

b. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan.

c. Selalu berbuat baik dan benar.

d. Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.

e. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq.

f. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah.

14.a. Yaumul Ba’atş

Sesudah hancur dan musnahnya alam semesta termasuk manusia, terjadilah hari kebangkitan. Hari kebangkitan adalah proses dibangkitkannya seluruh makhluk dari alam kubur. 

b. Yaumul Hasyr

Yaumul Hasyr yaitu hari berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya masing-masing. Kemudian semua manusia digiring ke tempat yang luas yaitu Padang Mahsyar (tempat berkumpul). 

c. Buku Catatan

Setiap manusia di alam mahsyar mempunyai buku catatan (kitab perjalanan hidup) yang sudah dicatat Malaikat Raqīb dan ‘Atīd. Kitab catatan ini berisi semua perbuatan dan perkataan manusia sewaktu hidup di dunia. 

d. Yaumul Hisãb dan Mizãn

Yaumul Hisab adalah hari ketika Allah Swt. memperlihatkan semua amalan di akhirat untuk dihisab. Segala dosa besar dan kecil dihitung dengan seksama dan teliti. Ketika amalan mereka dihitung, anggota tubuh mereka ikut menjadi saksi. 

e. Ash-Sirhat

Shirat adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju surga. Mudah atau sulitnya melewati Shirat itu tergantung kepada amal setiap manusia. 

f. Yaumul Jaza'

Yaumul Jaza’ yaitu suatu hari ketika semua manusia akan menerima balasan Allah Swt. (Jaza’). Balasan yang diterima seseorang sesuai dengan amalnya selama ia hidup di dunia. 

g. Balasan Perbuatan Baik dengan Surga dan Perbuatan Buruk dengan Neraka

15.a. Menyadari bahwa semua perbuatan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Untuk itu, segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama. 

b. Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah Swt., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya;

c. Selalu berusaha melakukan amal saleh dan menghindari semua perbuatan yang bertentangan dengan norma agama

Pendapat Ulama tentang Dukhan, Salah Satu Tanda Besar Datangnya Kiamat

 Kedatangan hari kiamat merupakan suatu kepastian, bahkan mempercayainya merupakan salah satu dari rukun iman. Namun, tidak ada yang

tahu kapan waktunya kiamat akan terjadi. Baik riwayat, nubuah akhir zaman maupun ilmu pengetahuan serta catatan sejarah hanya mengungkapkan beberapa tanda-tanpa yang diprediksi akan muncul sebelum kiamat benar-benar terjadi.

Salah satunya adalah Dukhan, yakni kemunculan asap atau kabut. Keterangan asap sebagai tanda kiamat, Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ. يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ . رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman. (QS. ad-Dukhan: 10–12)

Juga disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سِتًّا طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوِ الدُّخَانَ أَوِ الدَّجَّالَ أَوِ الدَّابَّةَ أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ

bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: matahari terbit dari barat, munculnya dajjal, keluarnya Dabbah (hewan yang bisa bicara), kematian kalian, atau perkara genting yang meluas di masyarakat. (HR. Ahmad 8670, Muslim 7584, dan yang lainnya).

Menurut keteranga dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud, Dukhan itu sifatnya menyeluruh, dialami semua manusia. Dan dalam hadis dinyatakan, bahwa Hudzaifah pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Dukhan. Lalu beliau membaca surat ad-Dukhan di atas, kemudian beliau bersabda:

يملأ ما بين المشرق والمغرب، يمكث أربعين يومًا وليلة، أما المؤمن فيصيبه منه كهيئة الزكمة، وأما الكافر فيكون بمنزلة السكران

Dukhan itu memenuhi timur dan barat. Tinggal selama 40 hari. Untuk orang mukmin, mereka terkena paparan sehingga seperti orang pilek. Sementara orang kafir, seperti orang mabuk. (Tafsir at-Thabari, 25/68)

Adapun pendapat para ulama tentang dukhan itu berbeda-beda. Dikutip dari laman Konsultasi Syariah, berikut ini beberapa pendapat ulama dalam menjabarkan tentang dukhan yang disebutkan dalam ayat Alquran tersebut:

1. Dukhan sudah terjadi pada masa Nabi

Pendapat pertama menyebut, dukhan yang dimaksud adalah kondisi kelaparan yang dialami masyarakat Quraisy, karena kering yang berkepanjangan. Dan ini terjadi setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah. Saking keringnya tanah, hingga debu-debu sangat mudah beterbangan ketika ada angin. Dan orang arab menyebut debu beterbagan dengan Dukhan. Demikian keterangan Ibnu Qutaibah, seperti yang disebutkan Ibnu Ayura dalam tafsirnya. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

Diantara ulama yang menyatakan bahwa Dukhan adalah kekeringan yang menimpa orang quraisy adalah sahabat Ibnu Mas’ud dan diikuti beberapa ulama salaf.

Masruq, murid Ibn Mas’ud, pernah bercerita, ada seseorang yang bercerita di Kindah, bahwa akan datang Dukhan di hari kiamat, lalu menyambar telinga dan penglihatan orang munafik. Sementara orang mukmin seperti kena pilek. Mendengar ini, kami kaget. Lalu kami mendatangi Ibnu Mas’ud yang ketika itu sedang istirahat. Beliaupun marah dan mengatakan,

“Siapa yang punya ilmu, silahkan bicara. Siapa yang tidak punya ilmu, ucapkan Allahu a’lam.”

Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan makna Dukhan:

إِنَّ قُرَيْشًا أَبْطَئُوا عَنِ الإِسْلاَمِ فَدَعَا عَلَيْهِمِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ ، فَأَخَذَتْهُمْ سَنَةٌ حَتَّى هَلَكُوا فِيهَا ، وَأَكَلُوا الْمَيْتَةَ وَالْعِظَامَ وَيَرَى الرَّجُلُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ كَهَيْئَةِ الدُّخَانِ

“Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka, seperti kekeringan di zaman Yusuf.” Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap.” (HR. Ahmad 4186 dan Bukhari 4774)

Ibnu Mas’ud juga pernah mengatakan:

خَمْسٌ قَدْ مَضَيْنَ اللِّزَامُ وَالرُّومُ وَالْبَطْشَةُ وَالْقَمَرُ وَالدُّخَانُ

“Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al-Lizam, peristiwa perang romawi, al-Bathsyah, terbelahnya bulan, dan Dukhan.” (HR. Bukhari 4825).

al-Lizam adalah semua hukuman yang Allah timpakan bagi orang kafir; al-Bathsyah adalah kekalahan orang kafir di perang Badar. Pendapat ini dinilai kuat oleh Ibnu Asyura. Dalam tafsirnya, beliau mengatakan:

والأصح أن هذا الدخان عُني به ما أصاب المشركين من سِنِي القحط بمكة بعد هجرة النبي صلى الله عليه وسلم إلى المدينة

Pendapat yang benar, Dukhan yang dimaksud adalah musim kering yang dialami kaum musyrikin di Mekah, setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

2. Dukhan hanya muncul di akhir zaman

Menurut pendapat kedua, dukhan hanya akan muncul di akhir zaman dan dapat dilihat oleh semua manusia. Ini pendapat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan diikuti mayoritas ulama, termasuk yang dinilai kuat oleh Ibnu Katsir.

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan beberapa riwayat keterangan sahabat. Diantaranya:

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

لم تمض آية الدخان بعد، يأخذ المؤمن كهيئة الزكام، وتنفخ الكافر حتى ينفذ

“Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Demikian pula keterangan Ibnu Umar yang mengatakan:

يخرج الدخان، فيأخذ المؤمن كهيئة الزكمة، ويدخل في مسامع الكافر والمنافق، حتى يكون كالرأس الحنيذ

“Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya, hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik, sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang.” (Tafsir at-Thabari, 22/17).

Setelah Ibnu Katsir menyebutkan riwayat yang mendukung tentang keberadaan Dukhan di masa mendatang, lalu beliau mengatakan:

وهكذا قول من وافقه من الصحابة والتابعين أجمعين، مع الأحاديث المرفوعة من الصحاح والحسان وغيرهما، التي أوردناها مما فيه مقنع ودلالة ظاهرة على أن الدخان من الآيات المنتظرة، مع أنه ظاهر القرآن

“Demikian pendapat masalah dukhan, dari kalangan sahabat, dan tabiin, disertai hadis marfu’, yang shahih, hasan, maupun yang lainnya, yang kami sebutkan, merupakan dalil yang jelas bahwa Dukhan termasuk tanda kiamat yang masih ditunggu (belum datang), disamping itu sesuai dengan makna teks al-Quran.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Lalu Ibnu Katsir mengomentari pendapat pertama, yang disampaikan Ibnu Mas’ud, bahwa Dukhan yang beliau ceritakan hanya dilihat orang musyrikin saja, dan itu hakekatnya hanyalah khayalan mereka karena kondisi cuaca panas yang sangat parah, yang mereka alami.

3. Dukhan itu ada 2

Pendapat ketiga mengatakan bahwa dukhan itu ada 2. Ini merupakan gabungan dari pendapat pertama dan pendapat kedua.

Menurut pendapat ini, ada dukhan yang telah terjadi, seperti yang diceritakan Ibnu Mas’ud, dan ada pula yang belum terjadi. Pendapat ketiga ini dipilih an-Nawawi dan dinyatakan al-Qurthubi.

Al-Qurthubi mengatakan:

قال مجاهد : كان ابن مسعود يقول: هما دخانان قد مضى أحدهما ، والذي بقي يملأ ما بين السماء والأرض، ولا يجد المؤمن منه إلا كالزكمة، وأما الكافر فتثقب مسامعه

Mujahid mengatakan, bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat, ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunnya, akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi. (at-Tadzkirah, hlm. 738)


8 Skenario atau Gambaran Hari Kiamat Menurut Para Ahli

 Global Challenges Foundation, sebuah organisasi dengan misi mengurangi isu-isu global yang dihadapi semua orang, membuat laporan tahunan berjudul "Risiko Bencana Global".

 Dalam menyusun laporannya, peneliti meninjau berbagai makalah dan berkonsultasi dengan ahlinya. Terkait hal itu, inilah 8 skenario yang diduga bisa menyebabkan kiamat, 

1. Perang Nuklir 

Para ahli memperingatkan, di masa depan kemungkinan akan ada perang nuklir yang lebih dahsyat dibanding beberapa dekade lalu. "Sesaat setelah pemboman Hiroshima yang menewaskan 150.000 orang, dunia hidup dalam bayang-bayang perang yang berbeda dari sebelumnya," kata ahli. Senjata tercanggih di masa depan mungkin dapat melenyapkan 80 sampai 90 persen isi bumi, termasuk manusia, dengan radius 1-4 kilometer. Saat ini, AS dan Rusia diketahui memiliki persenjataan terbesar dengan 7.000 hulu ledak seperti rudal, torpedo, atau senjata sejenis. Setelah dua negara itu, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel diyakini memiliki beberapa perangkat nuklir. Perang nuklir tidak hanya bisa menghapus kehidupan dan suatu wilayah. Hal ini juga bisa menyisakan penyakit radioaktif. 

2. Perang biologi dan kimia 

Dibanding serangan pada umumnya, senjata berbahan biologi dan kimia lebih murah pembuatannya. Kemajuan teknologi dalam rekayasa genetika dan biologi sintetis memudahkan cendekiawan mengubah mikro-organisme menjadi sesuatu yang berpotensi bahaya. Jika mikro-organisme dilepaskan dari laboratorium terkontrol karena kesalahan atau tindak kejahatan, hal ini dapat menimbulkan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

3. Perubahan Iklim 


Pada 2015, lebih dari 200 negara menandatangani Perjanjian Iklim Paris (AS mundur dari perjanjian ini tahun lalu) yang mencakup janji untuk menjaga suhu global jauh di bawah 2 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri. Hal ini untuk mencegah wilayah seperti New York, Mumbai, Shanghai, dan kota-kota pesisir lainnya agar tidak tenggelam dalam air dan menyelamatkan lebih dari satu miliar manusia yang mendiami wilayah pesisir. "Skala kehancuran berada di luar kemampuan kita, kemungkinan besarnya peradaban manusia bisa segera berakhir," kata para ahli menyimpulkan. Laporan ini muncul setelah sebuah studi tentang perubahan iklim membahas ancaman kenaikan suhu global 1,5 derajat Celcius dapat mendorong ke sejumlah hal negatif, termasuk cuaca ekstrem, banjir, dan gelombang panas. 

4. Hancurnya ekosistem 



Manusia mengandalkan ekosistem yang seimbang agar bisa hidup di tingkat sosial dan ekonomi. Sementara itu, ekosistem juga tidak bisa diambil begitu banyak. Polusi, pergerakan spesies di seluruh dunia, dan rusaknya habitat makin mengancam ekosistem. Jika ekosistem melewati ambang batas, maka air tawar akan menjadi langka, kualitas tanah menurun, dan keanekaragaman hayati hancur. "Hal ini akan membuat kondisi manusia memburuk secara signifikan," tulis para penulis. Sebagai contoh, sejak 1960 perubahan iklim dan kekeringan menyusut 90 persen dan berdampak pada 40 juta kehidupan. 

5. Pandemi 

Berkat adopsi kemajuan medis, seperti peluncuran vaksin, tingkat penyakit seperti kolera dan malaria menurun pada abad lalu. Tetapi ancaman pandemik bencana tetap ada, karena penyakit baru yang tidak dilengkapi pelindung seperti vaksin dapat muncul. Misalnya ada mikro-organisme yang menyebar ke kawasan yang padat penduduk lewat pasokan air. Resistensi terhadap antibiotik juga menjadi perhatian utama karena menghilangkan senjata penting dalam perang melawan bakteri dan penyakit. 

6. Dampak asteroid 

 Seperti kita tahu, di masa lalu sebuah asteroid menghancurkan seluruh dinosaurus di muka bumi. Berkaca dari hal tersebut, tidak ada yang dapat memastikan bahwa hal itu tidak lagi terjadi. Bukti menunjukkan, tabrakan asteroid dengan konsekuensi bencana terjadi rata-rata setiap 120.000 tahun. Para ahli khawatir puing-puing dari tabrakan asteroid bisa menutup sinar matahari sampai berbulan-bulan, merusak lingkungan, dan ekosistem. Ahli memperkirakan korban tewas akibat asteroid bisa mencapai ratusan juta jiwa. Baca juga: Kiamat Pasti Terjadi, Tapi Ilmuwan Sebut Masih 6,5 Miliar Tahun Lagi 

7. Letusan supervolcanic 



Erupsi supervolcanic diyakini dapat menghancurkan 400 kilometer kubik materi. Data tentang kejadian semacam itu relatif terbatas dan oleh karena itu sulit untuk memprediksi letusan secara akurat. Namun, para ahli vulkanologi percaya letusan supervolcanic terjadi setiap 17.000 tahun sekali, dan yang terakhir terjadi di Selandia Baru sekitar 26.500 tahun lalu. Jika gunung berapi super seperti Yellowstone di AS meletus, maka hampir seluruh makhluk hidup dapat terbunuh dan infrastruktur seperti pertanian akan hancur. Polutan seperti sulfat dan abu juga dapat menghalangi sinar matahari untuk waktu yang singkat dan menyebabkan penurunan suhu global. 

8. Artificial intelligence (AI)

 Para ahli sangat prihatin dengan prospek robot yang melampaui kecerdasan manusia. Terlepas dari upaya menyelaraskan mesin dengan moralitas yang disepakati, kesalahan kecil dapat membuat manusia berada di tangan teknologi dengan tingkat kecerdasan yang ekstrim. Skenario berbahaya yang paling mungkin akan melihat AI sebagai senjata baru yang dapat menjadi bumerang.


Jenis-Jenis Kiamat dan Tanda-Tandanya Sebelum dan Waktu Terjadinya Hari Kiamat

Jenis-Jenis Kiamat

Kiamat ada dua macam, yakni :

1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil)

Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.

Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar)

Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Lihat Di Sini untuk melihat lebih rinci.

Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.


Tanda-Tanda Hari Kiamat 

Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain :

1. Asap di Timur dan Barat

2. Munculnya Dajjal

3. Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard)

4. Terbit matahari sebelah barat

5. Turunnya Nabi Isa AS

6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj

7. Gerhana di timur

8. Gerhana di barat

9. Gerhana di jazirah Arab

10. Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya


Keadaan Saat Terjadi Kiamat

1. Tidak Ada Bintang di Langit

Dalam ratusan milyar tahun mendatang, langit malam di Bumi akan terlihat sangat berbeda. Hal ini dikarenakan ternyata alam semesta ini 'membesar' layaknya berbagai benda langit yang bergerak dalam kecepatan cahaya. Hal ini tak akan terasa untuk saat ini, namun akan punya implikasi besar dalam waktu yang sangat lama.

'Membesarnya' alam semesta ini nanti akan melebihi batas horison kosmologis, yang tentu saat ini tak bisa kita raih karena perbedaan dalam hal kecepatan bergerak ruang dan waktu. Terlebih lagi 'dark energy' mempercepat pergerakan ini.

Hal ini nantinya membuat tak akan ada apa-apa di galaksi kita karena sudah melewati batasan horison kosmologis tersebut. Tak akan ada lagi bintang, planet lain, atau apapun karena langit akan kosong.

Tentu ini sejalan dengan apa yang kita bayangkan soal akhir dunia, di mana alam semesta kosong tanpa isi.

2. Matinya Matahari

Saat ini, alam semesta memiliki banyak sekali tipe bintang. Mulai dari bintang dwarf merah yang memendarkan cahaya merah, hingga dwarf putih yang seringkali kita lihat di langit. Namun ternyata ada juga bintang mati, yang terbentuk dari materi-materi yang telah hancur, dan disatukan oleh efek kuantum.

Saat ini, para astronom masih berasumsi bahwa bintang dwarf putih tidak akan pernah mati. Namun sebenarnya hal itu tidak melulu benar, karena sebenarnya bintang dwarf putih hanya memiliki 'harapan hidup' yang hampir tak terbatas, hingga alam semesta pun tak akan ikut 'membunuh' bintang ini. Namun hal ini tentu juga akan terjadi.

Matahari yang juga merupakan bintang, tak luput dari hal ini. Di masa depan yang masih sangat jauh, matahari akan makin kehilangan lapisannya sedikit demi sedikit, dan akan menjadi bintang dwarf putih saja. Dan ketika akhir dunia terjadi, matahari akan 'mendingin' dan mati.

Jika hal tersebut terjadi, matahari akan jadi bintang dwarf hitam. Bintang ini adalah bintang yang sangat 'dingin' hingga tak akan bisa kita lihat dengan mata manusia biasa.

3. Bumi Di Hancurkan

Apapun skema yang dipaparkan atau diprediksi ilmuwan, yang pasti terdapat kekacauan besar yang dialami oleh Bumi. Salah satunya ialah guncangan yang dahsyat yang terjadi di Bumi.

Dalam Alquran, kata ini dengan semua bentuk jadiannya disebut sebanyak 6 kali, dua kali di antaranya disebut dalam Surah az-Zalzalah ayat

Ayat ini menerangkan bahwa peristiwa kiamat diawali dengan guncangan yang dahsyat yang meliputi seluruh Bumi. Fenomena gempa ini berbeda dengan yang selama ini terjadi, hanya bersifat lokal dan tidak menyeluruh ke seantero Bumi.

Peristiwa ini menjadi penanda yang mengingatkan manusia bahwa akhir kehidupan dunia telah datang, yang diikuti kemudian oleh kehidupan akhirat.

Akan ada Orang yang Menerima Kitabnya dengan Tangan Kanan, Siapa Mereka, dan Mengapa di Tangan Kanan?

 Disebarnya buku catatan amal, termasuk kedalam perkara yang terjadi pada hari kiamat dan wajib diimani. Disebar yakni dibagi dan dibuka untuk pemiliknya agar dia menerima dan membacanya. Buku-buku ini adalah catatan amal perbuatan yang ditulis oleh para malaikat yang bertugas mencatat perbuatan manusia. Menurut Ibnu Taimiyah dalam kitab Syarah al-Aqidah al-Waasithiyyah catatan amal yang dikerjakan oleh malaikat di akhirat dibagikan dikenal dengan istilah Tunsyaru Ad Dawawin. Tunsyaru bermakna dibagikan dan dibuka untuk pembacanya. Ad Dawawin adalah lembaran yang dituliskan amalan-amalan di sana.

Tatkala lembaran catatan amal dibagikan, setiap umat berlutut di atas lutut mereka dan menanti panggilan untuk menghadap Rabb semesta alam. Allah Ta’ala berfirman:

وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً ۗ كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعٰٓى اِلٰى كِتٰبِهَاۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jasiyah : 28)

Semua berlutut menunggu dipanggil untuk menghadap Rabb semesta alam. Ketika seorang hamba tahu bahwa dirinyalah yang dicari dengan panggilan itu, maka seruan itu akan langsung menggetarkan hatinya. Tubuhnya gemetar dan ketakutan yang besar langsung menyelimutinya. Berubahlah rona wajahnya dan menjadi hampalah pikirannya. Kemudian kitab catatan amalnya dibentangkan dan dibuka di hadapannya. Lalu dikatakan kepadanya:

وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا

“Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.” (QS. Al-Isra’: 13)

اِقْرَأْ كِتٰبَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ

 “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.” (QS. Al-Isra’: 14)

Pada saat itulah semua manusia akan teringat apa yang dulu telah ia lakukan. Semua telah tercatat dengan lengkap dan tiada kekeliruan sedikit pun. Sebagian ulama mengatakan, 


“Sungguh, Allah telah berlaku adil, karena menjadikan dirimu sebagai penghisab atas dirimu sendiri.”

Sungguh tepat perkataan tersebut, adakah kebijaksanaan yang lebih adil selain itu? Dikatakan kepadanya: “Silakan periksa, inilah amal perbuatanmu dan silakan engkau hisab sendiri!” Bukankah ini kebijaksanaan yang paling adil?! Bahkan inilah kebijaksanaan yang paling adil. Pada hari Kiamat kelak, kitab catatan amal akan dibentangkan dan dibuka di hadapan masing-masing hamba tanpa tertutup sedikitpun. Ia akan membacanya dan akan jelas baginya bahwa pada hari ini dan di tempat ini, ia telah melakukan ini dan ini. Semua telah tercatat tanpa penambahan dan pengurangan sedikit pun. Jika ia mengingkari dengan lisannya, maka lisannya akan dikunci dan bangkitlah para saksi yang akan memberikan kesaksian atasnya. Allah Ta’ala berfirman:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

 “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yaasiin: 65)

Setelah dihisab, setiap hamba akan diberikan bukunya masing-masing yang berisi catatan lengkap seluruh amal perbuatan yang telah ia lakukan dalam kehidupan dunia. Cara penyerahan buku itu berbeda-beda. Ada yang kitab amalnya diterima dengan tangan kanannya. Mereka itulah orang yang bahagia. Ada pula yang menerima kitab dengan tangan kirinya.

Seorang mukmin akan diberikan bukunya dari arah depan dan ia terima dengan tangan kanannya. Ia dihisab dengan mudah dan kembali kepada kaumnya yang sama-sama beriman di Surga dengan gembira. Allah Ta’ala berfirman:

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ

“Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,” (QS. Al-Insyiqaaq: 7)

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ

“maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,” (QS. Al-Insyiqaaq: 8)

وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ

“dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al-Insyiqaaq: 9)

Mereka adalah orang yang kehidupannya diridai. Allah Ta’ala berfirman:

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ

“Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,” (QS. Al-Haqqoh: 21)

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ

“dalam surga yang tinggi,” (QS. Al-Haqqoh: 22)

قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ

“buah-buahannya dekat,” (QS. Al-Haqqoh: 23)

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ

“(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”” (QS. Al-Haqqoh: 24)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa setelah dihisab, ia kembali kepada sesama kaum beriman di Surga dengan hati yang gembira. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa rombongan pertama yang masuk Surga, wajah mereka seperti bulan purnama. Ini menunjukkan kegembiraan hati mereka. Karena apabila hati gembira, maka wajah akan ceria.” (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 114)

Adapun orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, mereka akan menerima kitabnya dengan tangan kirinya, dan kitab catatan amal mereka diberikan dari arah belakang punggung mereka. Dalam QS. Al-Haqqoh: 25-29, dikisahkan bahwa mereka akan berkata “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.”

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa mereka menerima kitab dengan tangan kiri kemudian tangannya memelintir ke belakang sebagai isyarat bahwa mereka telah dulu di dunia telah mencampakkan aturan-aturan al-Qur’an ke belakang punggung mereka. Mereka telah berpaling dari al-Qur’an, tidak mempedulikannya, tidak mengacuhkannya, dan merasa tidak ada masalah bila menyelisinya. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “…maka dia akan berteriak: “Celakalah aku…” yakni ia berteriak menyesali dirinya. Akan tetapi penyesalan tidaklah berguna lagi pada hari itu, karena habis sudah waktu untuk beramal. Waktu untuk beramal adalah di dunia, sedangkan di akhirat tidak ada lagi amal, yang ada hanyalah pembalasan. (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 114)


5M untuk Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Allah untuk Bekal Di Akhirat

 Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa seorang akan merugi kalau hari esoknya sama saja dengan hari ini, bahkan dia menjadi terkutuk jika hari ini lebih buruk dari kemarin. Seseorang baru dikatan bahagia, jika hari esok itu lebih baik dari hari iniMembangun hari esok yang baik,

 Hari esok dapat berarti masa depan dalam kehidupan pendek di dunia ini.Hari esok juga berarti pula hari esok yang hakiki, yang kekal abadi di akhirat kelak.Hari esok mesti dirancang harus lebih baik dari hari ini, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan lima “M ” ; yaitu Mu’ahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, dan Mu’aqabah.



1. Mu’ahadah (selalu mengingat perjanjian dengan Allah SWT)

       Perjanjian yang telah kita lakukan ketika awal penciptaan ruh tersebut dipahami oleh para ulama sebagai syahadat kita yang pertama. Sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an, Allah berfirman : “Dan ingatlah ketika Rabb mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”, mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al A’raf, 7 : 172).

       Ini adalah sebuah perjanjian yang kita di dunia ini diuji oleh Allah, apakah kita termasuk orang-orang yang memegang teguh perjanjian tersebut. Kemudian juga perjanjian-perjanjian kita dalam sholat-sholat kita, semisal dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi, “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”. Artinya, “hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon dan meminta pertolongan”. Sudahkah kita mengabdi dan memohon pertolongan hanya kepada Allah?


2. Mujahadah (orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah)

       Ibadah adalah alasan Allah menciptakan manusia. “Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz Dzariyat, 51 : 56)

       Bermujahadah artinya bersungguh-sungguh dalam melaksankan keta’atan dalam menjalankan perintah Allah. Sa’id Musfar Al Qahthani mengatakan : Mujahadah berarti mencurahkan segenap usaha dan kemampuan dalam mempergunakan potensi diri untuk taat kepada Allah dan apa-apa yang bermanfaat bagi diri saat sekarang dan nanti, dan mencegah apa-apa yang membahayakannya.

       “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benarkan Kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al ‘Ankabuut, 29 : 69)

       Orang yang mengubah rasa malas menjadi semangat, meninggalkan maksiat menuju keta’atan, bodoh menjadi berilmu, dari ragu kepada yakin, adalah ciri orang yang bermujahadah. Mujahid yang selalu berupaya bersungguh-sungguh di jalan Allah.


3. Muraqobah (Selalu Merasa diawasi Allah)

       “Orang yang banyak berdzikir adalah orang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT”. Dzikir terambil dari kata “dzakaro” yang berarti menghadirkan sesuatu ke dalam benak. Dzikrullah adalah menghadirkan Allah ke dalam benak. Karena itu, orang yang selalu berdzikir akan menyadari betul bahwa Allah mengetahui segala sesuatu. Seperti di dalam ayat, “Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.” (QS. Al A’la, 87 : 7)

       Dalam ayat lain : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dengan urat lehernya, yaitu ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf, 50 : 16-18)


4. Muhasabah (Intropeksidiri)

       Terkait dengan muhasabah, Umar bin Khaththab berkata, “Hisablah dirimu sebelum dihisab, timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Sesungguhnya berintropeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan dari pada hisab di kemudian hari.” (HR. Iman Ahmad dan Tirmidzi secara mauquq dari Umar bin Khaththab).

       Hal senada juga pernah diungkapan oleh Hasan Al Basyri pernah berkata, “Seorang mukmin itu pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia menghisab dirinya karena Allah. Karena sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan ringan bagi mereka yang telah menghisab dirinya di dunia.”


5. Mu’aqobah (Memberi sanksi ketika lalai beribadah)

       Sikap jika bersalah memberi sanksi diri sendiri dengan mengganti dan melakukan amalan yang lebih baik meski berat, contoh dengan infaq dan sebagainya. Atau dengan bersegera bertaubat dan berusaha kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Memberikan sanksi (‘iqob) ketika kita lalai memang sulit. Dibutuhkan kesadaran diri yang baik dan keimanan yang kuat. Hanya orang-orang yang sholeh yang dapat melakukannya. 

       Seperti salah satu kisah Nabi Sulaiman AS dalam Al Qur’an, “(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata : “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan. Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku,” lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.(QS. Shaad, 38 : 31-33).

       Sebuah perilaku yang dapat kita jadikan contoh, juga generasi sahabat atau parasalaf yang meng‘iqob dirinya secara langsung ketika mereka melakukan kekhilafan, misalnya dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Umar bin Khaththab pergi kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan sholat Ashar. Maka beliau berkata : “Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah sholat Ashar, kini kebunku aku jadikan shodaqoh untuk orang-orang miskin.”


8 Alasan Mengapa kita Harus Tahu tentang Hari Kiamat

 Ada 8 alasan yang dikemukakan Syeikh Ahmad Al-Misri.

1. Untuk Membenarkan Iman Kita tentang Hal Ghaib.

Dalam hal ini, Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

لَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

"(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka." (QS Al-Baqarah: ayat 3)

Beriman kepada yang ghaib artinya beriman atas apa yang Allah Ta'ala beritahukan dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Semua yang disampaikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu adalah benar.

2. Mendorong Kita untuk Taat kepada Allah Ta'ala dan Mempersiapkannya.

3. Mengingatkan Hukum Fiqih Syar'i seperti Kisah Menetapnya Dajjal 40 Hari di Muka Bumi.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

عن النواس بن سمعان رضي الله عنه قال ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الدجال إلى أن قال : قالنا : ”يا رسول الله وما ليثه في الأرض؟”، قال : أربعون يوما يوم كسنة ويوم كشهر ويوم كجمعة وسائر أيامه كأيامكم. قلنا : يا رسول الله : فذاك اليوم الذي كسنة أتكفينا فيه صلاة يوم؟ قال لا اقدروا له قدره

Dari Nawas bin Sim'an Al-Kilabi radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullaah SAW menyebut tentang Dajjal, sampai kita berkata, "Ya Rasulullaah, berapa lama dia di bumi?" Rasulullaah SAW menjawab, "Selama 40 hari, hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti sebulan, dan hari ketiga sehari seperti seminggu, dan seluruh hari-harinya seperti hari-hari kalian." Mereka berkata, "Pada hari itu apakah memadai bagi kami salat seperti sekarang?" Kata Nabi: "Tidak, maka hendaknya salat sebagaimana kadar seperti biasanya." (HR Muslim)

4. Pelajaran dari Nabi Muhammad SAW tentang pengetahuan Hari Kiamat sekaligus Membenarkan yang Ghaib.

Beliau sering mengatakan akan terjadi ini dan itu. Pengetahuan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam akan masa depan sudah dikatakan beliau sejak 1.400 tahun lalu.

5. Mengetahui Fitnah Hari Kiamat agar Kita Bisa Menyiapkan Diri Ketika Berhadapan dengan Dajjal.

Setiap Nabi sudah mengabarkan kepada umat, tapi tidak ada Nabi yang mengabarkan sejelas Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam terkait ciri-cirinya.

6. Mempersiapkan Diri Kita untuk Menghadapi Masa Depan.

Beda dengan yang tiba-tiba menghadapi Dajjal. Artinya umat Islam diberi ilmu agar sedia payung sebelum hujan.

7. Membuka Pintu Harapan Bagi Umat Islam.

Kita sudah pernah menjelaskan tentang Malhamal Kubra (perang akhir zaman) yang menjadi salah satu tanda dekatnya hari Kiamat. Hal ini membuka harapan bagi umat Islam.

8. Agar Beriman kepada Tanda-tanda Hari Kiamat.

Umat Islam wajib meyakini tanda-tanda hari Kiamat. Keyakinan ini akan menguatkan iman kita dan ketika terjadi peristiwa tersebut membuat kita yakin mengikuti agama yang benar


Hadist dan Dalil dalam Al-Qur'an tentang Hari Akhir

 Akhir zaman adalah hari akhir alam semesta ketika Allah SWT melenyapkan segala kehidupan yang ada di dalamnya.

Imam asy Syafi’i rahimahullah, beliau pernah berwasiat:

“Nanti diakhir zaman akan banyak Ulama’ yang membingungkan umat, sehingga umat bingung untuk membedakan dan memilih yg mana Ulama’ Warosatul Anbiya’ (penerus nabi) dan yg mana ulama’ suu’ (jahat) yang menyesatkan umat.”

Maka Imam Syafi’i rahimahullah pun melanjutkan:

“Carilah Ulama’ yang paling dibenci oleh orang-orang kafir dan orang munafiq, dan jadikanlah ia sebagai Ulama’ yang membimbingmu, dan jauhilah ulama’ yang dekat dengan orang kafir dan munafiq kerana ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari keredhaan Alloh.”

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah salah seorang Ulama’ Salaf berkata:

“Jika diakhir zaman nanti kalian mendapati perselisihan diantara umat, maka wajib bagi kalian memegang Fatwa Ulama’ AHLUTS TSUGHUR”

Apa yang dimaksudkan dengan Ahluts Tsughur? Ahluts Tsughur adalah Ahlul Jihad, para Ulama’ yang berada di front-front Jihad.

Dari Abu Dzar ra, Nabi bersabda: “Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi Dajjal yaitu Ulama yang sesat lagi menyesatkan”.

Berikut adalah dalil-dalil tentang hari kiamat yang akan membuat kita semakin yakin tentang kedatangan akhir zaman.

Dalil tentang Hari Kiamat yang Datang Tiba-Tiba 

1. QS. Muhammad ayat 18 

“Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?” 

 Dalil yang Menerangkan Bahwa Hanya Allah yang Tahu Kapan Datangnya Kiamat.

1. Al A’raf ayat 187.  

“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” 

2. Al Ahzab ayat 63 

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya”. 

Dalil tentang Sikap Orang Kafir terhadap Hari Kiamat 

1. QS.Al An’am ayat 29: 

“Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): ‘Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan’.” 

Dalil tentang Hisab di Hari Kiamat  

1. Al Haqqah ayat 18 

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” 

2. Yasin ayat 65 

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”.  

3. Al Anbiya ayat 47 

“Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”. 

4. QS. Al-Kahfi: 49 

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.”  

Dalil tentang Balasan Amal Seseorang Saat Hari Kiamat 

1. Ali Imron ayat 185 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. 

2. Al Qoriah ayat 6-11  

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”


Ciri-Ciri Orang yang Beriman Kepada Hari Akhir serta Hikmah yang di Dapat

 

    Iman kepada hari akhir ini adalah kewajiban bagi seorang muslim sebab menjadi salah satu pilar dalam keimanan. 

    Adapun ciri-ciri mereka yang beriman pada hari akhir adalah sebagai berikut:

1. Tidak terlena dengan kenikmatan dunia.

2. Meyakini dunia hanyalah tempat untuk mengumpulkan bekal.

3. Tidak menunda-nunda kebaikan.

4. Menyegerakan ibadah.

5. Giat dan semangat dalam beramal shaleh.

6. Senantiasa berdzikir memohon ampunan sebab meyakini kelak di hari akhir semua perbuatan                 akan mendapat ganjarannya.

7. Tidak tenang menghabiskan waktu sia-sia.

8. Menjalani hidup dengan optimis sebab meyakini adanya ganjaran syurga di hari akhir kelak bagi             mereka yang beirman dan bertakwa.

9. Setiap waktu meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT


    Berikut ini 5 hikmah beriman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari :

1. Selalu beramal sholeh, meningakatkan keimanan dan juga ketakwaan kepada Allah SWT.

Orang yang meyakini adanya hari akhir, maka semakin tinggi juga berimannya dan bertakwanya kepada Allah SWT. Dengan mengimani Allah SWT pasti juga akan mengimani hari akhir begitu juga sebaliknya. Hanya Allah SWT yang dapat menciptakan dan menetukan hari akhir, maka dari itu hanya kepada Allah SWT kita memohon perlindungan disaat terjadinya hari akakhi

2. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (orang - orang yang tidak beriman).

Allah SWT telah memperingatkan kita agar tidak terpedaya untuk mengikuti gaya hidup orang kafir yang bebas dan penuh dengan kesenangan semua itu hanyalah kesenangan sesaat. Yang pada akhirnya akan menanggung semua perbuatan itu dan dimasukkan ke dalam neraka jahanam.

3. Selalu berbuat baik dan benar.

Orang – orang yang selalu melakukan baik, mereka yakin akan adanya hari akhir, karena setelah adanya hari akhir pasti adanya hari pembalasan, semua perbuatan kita akan dibalas oleh Allah SWT.

4. Mau berjihad dijalan Allah SWT dengan jiwa dan harta.

Sebuah keharusan beriman kepada hari akhir  bagi orang  yang berjihad, karena jihad dengan jiwa dan harta merupakan sebuah jual beli seorang mukmin dengan Allah SWT.

5. Tidak kikir dalam berinfaq.

Orang – orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu berinfak dijalan Allah dengan tidak kikir atau dengan ikhlas hati. Karena mereka tahu bahwa akibat dari kikir, serta pahala yang didapat jika berinfaq.


7 Golongan yang Akan Mendapat Perlindungan pada saat tidak ada Perlindungan selain Perlindungan dari Allah

 Akan ada 7 golongan orang yang akan mendapat perlindungan pasa saat tidak ada perlindungan selain perlindungan dari Allah, siapa saja mereka berdasarkan hadits shoheh, Jelaskan!

Yang dimaksudkan naungan di sini adalah naungan ‘Arsy Allah sebagaimana dikuatkan riwayatnya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (2: 144).

Hadits lengkapnya berbunyi sebagai berikut.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

(1) pemimpin yang adil.

Pemimpin ini bersikap adil. Dalam hal amanat ia benar-benar mengembannya dengan baik, tidak melampaui batas dan tidak meremehkan. Keadilannya tidak beralih pada harta dan tidak beralih pada kesenangan dunia. Itulah pemimpin yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat.

(2) pemuda yang tumbuh dalam ketaatan pada Allah.

Kenapa disebut pemuda? Karena pemuda asalnya nafsunya begitu tinggi pada dunia dan kebanyakan itu lalai dari akhirat. Kalau ada pemuda yang rajin berjamaah di masjid, rajin menghadiri shalat fajar, akhlaknya pun bagus pada bapak-ibunya, dialah pemuda yang jadi harapan akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat.

(3) ada orang yang hatinya selalu terkait dengan masjid.

Yang dimaksud di sini adalah laki-laki. Karena wanita lebih layak tempatnya di rumah. Sampai pun untuk shalat lima waktu, wanita lebih utama mengerjakannya di rumah dan pahalanya lebih besar. Sedangkan laki-laki, tempat shalatnya itu di masjid.

Laki-laki yang hatinya terkait dengan masjid adalah yang biasa menunggu shalat setelah shalat, misalnya ia menunggu waktu antara Maghrib dan Isya dengan berada dalam majelis ilmu dengan mendengar kajian Quran atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.

Yang dimaksud adalah mereka yang berteman karena Allah. Sehingga teman yang dipilih adalah karena tertarik pada keshalihan, bukan tertarik pada dunia dan harta. Pertemanan tersebut dibangun di atas iman sampai maut menjemput.

(5) ada seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh.’

Ada wanita yang kaya raya, terhormat dan begitu cantik. Ia menggoda dan mengajak laki-laki untuk berzina. Namun karena takut pada Allah, laki-laki tersebut tidak melakukannya.

Hadits ini mengisyaratkan tentang kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam dengan permaisuri Raja Mesir yang menggodanya. Kalau tidak dengan pertolongan dan perlindungan Allah tentu Nabi Yusuf bisa saja terjerumus dalam zina.

keenam yang nantinya akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat adalah

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya.

Maksudnya, sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi. Lihatlah ibarat yang dinyatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tangan kanan yang berinfak lantas tangan kiri tidak mengetahuinya. Ini menunjukkan bahwa yang paling dekat saja tidak mengetahui kalau ia bersedekah.

ketujuh yang akan mendapatkan naungan Allah adalah,

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

(7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Maksudnya adalah orang yang rajin berdzikir pada Allah dengan benar-benar menghayati, hingga terkadang air matanya menetes ketika menyendiri karena takutnya pada Allah.


Nama- Nama Lain Kiamat Bedasarkan Al-Qur'an


Nama- Nama Lain Kiamat Bedasarkan Al-Qur'an


Sebagai seorang muslim, mempercayai adanya hari kiamat adalah sebuah bentuk keimanan pada dirinya. Sebab, percaya pada hari kiamat merupakan salah satu dari 6 rukun iman. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat itu akan terjadi. Hanya Allah Swt. yang mengetahuinya. Allah hanya memberitahukan tanda-tanda yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Baik itu tanda-tanda kecil atai besar.

Sebagai hamba-Nya, seorang muslim hanya perlu mempersiapkan perbekalan untuk hari akhir nanti. Saking pentingnya mempersiapkan hari akhir nanti, Allah banyak memperingatkan umat-Nya melalu firman di dalam Alquran. Bahkan, Allah menyebutkan kiamat dengan 20 nama berbeda hari kiamat. Agar umat muslim menyadari apa yang akan terjadi di hari kiamat nanti.

1. Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan)

Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan) merupakan nama lain dari hari kiamat yang disebutkan oleh Allah. Sebab, semua manusia akan dimatikan sebelum hari pembalasan. Kemudian, Allah bangkitkan seluruh manusia dari alam kubur.

Hal ini disebutkan dalam surat Ar-Rum ayat 56 yang berbunyi,

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَٱلۡإِيمَٰنَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡبَعۡثِۖ فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَلَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

Artinya:

“Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu tidak mengetahuinya,” (QS. Ar-Rum: 56).

2. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)

Yaumul Hisab (Hari Perhitungan) merupakan nama lain dari hari kiamat. Seluruh amal perbuatan manusia selama hidup dicatat oleh malaikat. Baik itu catatan baik atau buruk.

Amalan selama di dunia kemudian akan dihitung di hari akhir. Allah menyebutnya dalam surat Shad ayat 53 yang berbunyi,

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ 

Artinya:

“Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan,” (QS. Shad: 53).

3. Yaumud Din (Hari Pembalasan)

Yaumud Din (Hari Pembalasan) merupakan nama lain dari hari kiamat. Seluruh manusia akan mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya selama hidupnya. Apabila lebih banyak amalan baiknya maka ia mendapat balasan surga. Sebaliknya, apabila lebih banyak amalan buruknya maka ia akan mendapat balasan neraka.

Sebutan Yaumud Din ini tercantum dalam Alquran surat Al-Fatihah ayat 4.

مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ 

Artinya:

“Yang menguasai di Hari Pembalasan,” (QS. Al-Fatihah: 4).

4. Yaumul Hasrah (Hari Penyesalan)

Yaumul Hasrah (Hari Penyesalan) merupakan nama lain dari hari kiamat. Saat seluruh amalan manusia dibuka satu per satu, manusia akan banyak menyesali perbuatannya selama di dunia. Bahkan mereka memohon kepada Allah untuk mengembalikannya ke dunia walau hanya sebentar saja untuk bisa bersedekah.

Nama hari kiamat yang ini tercantum dalam Alquran surat Maryam ayat 39:

وَأَنذِرۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡحَسۡرَةِ إِذۡ قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ وَهُمۡ فِي غَفۡلَةٖ وَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ 

Artinya:

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam keadaan lalai dan tidak beriman,” (QS. Maryam: 39).

5. As-Sa'ah (Hari yang Menentukan)

As-Sa'ah (Hari yang Menentukan) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Manusia akan ditentukan apakah ia layak mendapatkan surga atau harusbpergi ke neraka.

Hal ini tertuang dalam surat Ghafir ayat 59.

إِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَأٓتِيَةٞ لَّا رَيۡبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ 

Artinya:

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman," (QS. Ghafir: 59).

6. Yaumut Tanad (Hari Saling Memanggil)

Yaumut Tanad (Hari Saling Memanggil) merupakan nama lain dari hari kiamat. Akan banyak orang yang saling memanggil orang lain saat amalannya ditimbang. Kemudian mereka saling menuntut satu sama lain.

Hal ini disebutkan dalam surat Ghafir ayat 32.

وَيَٰقَوۡمِ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ يَوۡمَ ٱلتَّنَادِ 

Artinya:

“Wahai kaumku, ‘Sesungguhnya aku takut kepada kalian pada hari saling memanggil," (QS. Ghafir: 32).

7. Yaumul Fash (Hari Pemisahan atau Keputusan)

Yaumul Fash (Hari Pemisahan atau Keputusan) merupakan nama lain dari hari kiamat yang ada di dalam Alquran.

Nama ini disebut dalam surat Ash Shaffat ayat 21 yang berbunyi,

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ 

Artinya:

“Inilah hari pemisahan yang dahulu kamu dustakan,” (QS. Ash Shaffat: 21)

8. Yaumul Jama' (Hari Berkumpul)Jun Yang

Yaumul Jama' (Hari Berkumpul) merupakan nama lain dari hari kiamat. Saat manusia dibangkitkan dari kuburnya, Allah akan kumpulkan seluruh hamba-Nya.

Oleh karena itu, hari kiamat juga disebut dengan hari pengumpulan. Disebutkan dalam surat Asy-Syura ayat 7 yang berbunyi,

وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَتُنذِرَ يَوۡمَ ٱلۡجَمۡعِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ فَرِيقٞ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَفَرِيقٞ فِي ٱلسَّعِيرِ 

Artinya:

“Dan memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya,” (QS. Asy-Syura: 7).

9. Yaumul Wa'id (Hari yang Dijanjikan)

Yaumul Wa'id (Hari yang Dijanjikan) merupakan nama lain dari hari kiamat disebut oleh Allah. Sebab, hari kiamat adalah hari yang pasti akan terjadi sebagai peringatan manusia.

Allah menyebutkannya dalam surat Qaf ayat 20 yang berbunyi,

وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡوَعِيدِ 

Artinya:

“Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang dijanjikan,” (QS. Qaf: 20).

10. Yaumul Khulud (Hari yang Kekal)

Yaumul Khulud (Hari yang Kekal) merupakan nama lain dari hari kiamat. Sebab itulah, dunia hanya sesuatu yang fana.

Ada di dalam surat Qaf ayat 34.

ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٖۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُلُودِ 

Artinya:

“Masukilah ke (dalam surga) dengan keselamatan. Itulah hari yang kekal,” (QS. Qaf: 34)

11. Yaumul Khuruj (Hari Dikeluarkan dari Kubur)

Yaumul Khuruj (Hari Dikeluarkan dari Kubur) merupakan nama lain dari hari kiamat. Semua manusia akan dimatikan dan kemudian dibangkitkan kembali.

Saat itulah manusia dikeluarkan dari kuburnya.

يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ 

Artinya:

“Pada hari ketika mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur).”

12. Yaumul 'Asir (Hari yang Sulit)

Yaumul 'Asir (Hari yang Sulit) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Hal ini ada di dalam Alquran, surat Al-Mudassir ayat 9.

فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٖ يَوۡمٌ عَسِيرٌ 

Artinya:

“Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,” (QS. Al-Mudassir: 9).

13. Al-Qari'ah (Ketukan Keras)

Al-Qari'ah (Ketukan Keras) merupakan nama lain dari hari kiamat Di dalam Alquran.

Sebutan itu ada dalam surah Al-Qariah ayat 3.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ 

Artinya:

“Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?” (QS. Al-Qari’ah: 3).

 

14. Al-Azifah (Suatu yang Dekat)

Al-Azifah (Suatu yang Dekat) merupakan nama lain dari hari kiamat. Allah mengingatkan manusia bahwa hari kiamat adalah sesuatu yang dekat. Bahkan Rasulullah menumpamakan jaraknya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Ada di dalam Alquran surat An-Najm ayat 57 yang berbunyi,

أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ 

Artinya: “Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat," (QS. An-Najm: 57)

15. Ash-Shakhkhah (Teriakan)

Ash-Shakhkhah (Teriakan) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Hari kiamat akan menjadi hari yang mengerikan bagi umat manusia yang mengingkari kebenaran. Mereka akan berteriak ketakutan melihat peristiwa kiamat.

Nama lain hari kiamat ini disebut dalam surat Abasa ayat 33.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ 

Artinya:

“Maka apabila datang suara yang memekakkan (telinga),” (QS. Abasa: 33).

16. Al Haqqah (yang Pasti)

Al Haqqah (yang pasti) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Penyebutan hari kiamat itu ada dalam surat Al-Haqqah ayat 3 yang berbunyi,

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ 

Artinya:

“Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” (QS. Al-Haqqah: 3).

 

17. Ath Thammatul Kubra (Bencana Besar)

Ath Thammatul Kubra (Bencana Besar) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Dalam surat An-Nazi'at ayat 34, hari kiamat disebut sebagai bencana yang sangat besar.

Sebab, memang di hari kiamat itu akan terjadi bencana alam yang sangat besat dan menakutkan.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ 

Artinya:

“Maka apabila bencana yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.” (QS. An-Nazi’at: 34)

18. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)

Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Hal ini tertuang dalam surat Al-Waqi'ah ayat 1 yang berbunyi,

إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ 

Artinya: “Apabila terjadi hari kiamat,” (QS. Al-Waqi’ah: 1).

19. Darul Qarar (Tempat Kembali)

Darul Qarar (Tempat Kembali) merupakan nama lain dari hari kiamat. Allah memeringatkan manusia bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.

Sesungguhnya manusia akan mendapatkan kehidupan kekalnya di akhirat kelak.

Allah sebutkan dalam surat Ghafir ayat 39 yang berbunyi,

يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا مَتَٰعٞ وَإِنَّ ٱلۡأٓخِرَةَ هِيَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ 

Artinya:

“Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah kesenangan sementara. Dan sesungguhnya akhirat itu adalah negeri tempat kembali,” (QS. Ghafir: 39)

 

20. Ad Darul Akhirah (Negeri Akhirat)

Nama lain hari kiamat juga disebut sebagai negeri akhirat di dalam Alquran.

Hal ini dapat ditemuakn dalam surat Al-Ankabut ayat 64 yang berbunyi,

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ 

Artinya:

“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui,” (QS. Al-Ankabut: 64).



 

Soal-Soal Latihan Materi Sikap Berfikir kritis, Sikap Demokratis, dan Iman Kepada Hari Akhir

Jawablah pertanyaan Essai ini dengn singkat dan tepat !!!  1. Bandingkan perilaku anak yang berfikir secara kritis dan demokratis dengan ana...