Asbabun Nuzul Surat Ali-Imran 159
Ayat ini menjadi dasar dalam mengaruhi kehidupan berbangsa dan beragama. Norma yang terkandung dalam ayat ini sangat relavan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga ayat ini mengajarkan kepada kita terhadap nilai-nilai demokrasi.
Asbabun nuzul Surat Ali Imran ayat 159 menjadi dasar dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Asas yang terkandung dalam Surat Ali Imran ayat 159 sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural.
Kandungan asbabun nuzul Surat Ali Imran ayat 159 merupakan kunci dalam membentuk pribadi muslim yang negarawan. Sebab, kandungan asbabun nuzul Surat Ali Imran ayat 159 mengajarkan nilai-nilai demokratis.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imran: 159)."
Menurut Imam Ibnu Abbas berhubungan dengan kisah Rasulullah saat perang badar. Pada waktu itu, pasca perang Badar Nabi Muhammad SAW mengajak musyawarah Abu Bakar dan Umar bin Khattab terkait para tawanan perang Badar.
Sahabat Abu Bakar memberikan usulan kepada Rasulullah agar para tawanan dikembalikan kepada keluarganya dengan membayar sejumlah tebusan. Sedangkan Umar berpendapat agar para tawanan perang dieksekusi dan yang mengeksekusi adalah keluarga mereka sendiri.
Menanggapi usulan dua sahabtnya, Rasulullah mengalami kesulitan dalam memutuskan pendapat siapa yang akan digunakan. Kemudian, turunlah Surat Ali Imran Ayat 159 yang mengafirmasi pendapat sahabat Abu Bakar Shidiq (HR.Kalabi) (Depag, Al-Quran Tafsir Perkata, 2011).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar