Akhir zaman adalah hari akhir alam semesta ketika Allah SWT melenyapkan segala kehidupan yang ada di dalamnya.
Berikut adalah surah yang menjelaskan tentang kedhsyatan kiamat,
Surat Al-Zalzalah
Saat bumi berguncang dan saat itu bumi mengeluarkan apa yang dikandungnya. Itulah di antara kejadian pada hari kiamat yang akan kita telaah pada tafsir surat Al Zalzalah kali ini.
Allah Ta’ala berfirman,
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6)
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8)
Dalam surat ini, Allah mengabarkan apa yang terjadi pada hari kiamat di mana saat itu bumi bergoncang begitu dahsyatnya dan meruntuhkan segala yang ada di atasnya. Juga akan diterangkan bagaimanakah setiap amalan baik dan jelek akan menuai balasannya.
Surat Al-Qiyamah
Bicara hari kiamat, tidak bisa dilepaskan dari surat al-Qiyamah yang di dalamnya Allah SWT menggambarkan kedahsyatan akhir zaman itu.
Surat yang diturunkan di Makkah itu memaparkan tentang peristiwa dahsyat yang terjadi di hari kiamat kelak. Surat tersebut memuat suasana mengerikan bagi siapa pun terutama saat manusia dibangkitkan.
Lalu mengapa Allah SWT bersumpah demi Hari Kiamat? Apalagi sampai didahului 'la nafi lil qasam' pada ayat pertamanya.
"Ayat pertama surah al-Qiyamah sangat menyentak: لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ "Aku bersumpah demi hari kiamat". Pada ayat ini Allah menggunakan 'lâ nafi lil qasam', yaitu menguatkan sumpah dengan cara menafikannya. Tujuannya untuk meng-counter pengingkaran orang-orang kafir," terang Saiful.
Dia menjelaskan, Allah SWT bersumpah demi Hari Kiamat untuk menunjukkan betapa pentingnya hari kiamat dan juga sebagai jawaban bagi orang-orang yang mengingkari dan mendustakannya. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa banyak yang mengingkari Hari Kebangkitan yang pasti terjadi itu.
Padahal, saat Hari Kiamat terjadi, semua manusia akan menyesali dirinya. Mereka akan menyesal mengapa perbuatan baiknya di dunia tidak ditambah. Sedangkan mereka yang melakukan banyak keburukan, akan menyesali segala perbuatan buruknya itu.
"Karena semua kebenaran saat itu benar-benar terungkap. Cobalah kita renungi ayat berikutnya: وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ 'Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)' (QS 75 ayat 2)," paparnya, yang menambahkan bahwa sangat mengherankan jika manusia meragukan atau bahkan mengingkari hari penentuan itu.
Kemudian pada ayat 3 surah al-Qiyamah, Allah SWT berfirman:
أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?". Ayat ini menunjukkan bahwa kelak Allah SWT akan menyusun lagi bagian-bagian tubuhnya hingga sempurna.
Sebagaimana ayat 4 al-Qiyamah, Allah SWT memiliki Kuasa untuk menyusunnya sampai sempurna kembali.
بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ "Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna" (QS 75 ayat 4). Namun, manusia terus saja melakukan perbuatan maksiat, sebagaimana ayat 5.
"Sayangnya, justru kebanyakan manusia memperturutkan hawa nafsunya. Kemudian memperbanyak maksiat serta menunda-nunda taubat. Tak segan-segan ia menantang Allah dan malah bertanya kapan hari kiamat (QS 75 ayat 6)," jelas Saiful.
Surat Al-Haqqoh
Ayat 1-8 surah Al-Haqqah menjelaskan bahwa peristiwa kiamat sangatlah dahsyat. Kaum Tsamud dan ‘Ad dimusnahkan Allah karena tidak beriman pada hari kiamat. Kaum Tsamud dimusnahkan Allah dengan petir yang sangat dahsyat. Sedangkan kaum ‘Ad dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang selama 7 malam dan 8 hari secara berturut-turut sehingga mereka mati bergelimpangan. Sebab itu, berimanlah kepada kiamat, karena kiamat itu pasti terjadi.
Ayat 9-18 meneruskan ayat sebelumnya terkait kiamat dan pemusnahan kaum-kaum yang tidak beriman kepada kiamat, seperti Fir’aun dan penduduk negeri-negeri yang dijungkirbalikkan Allah. Begitu pula peristiwa banjir besar di zaman Nabi Nuh. Yang dapat menjadikan pelajaran adalah orang yang menggunakan akalnya dengan baik. Bila kiamat tiba, Allah hancurkan alam ini dan tidak ada lagi yang dapat disembunyikan.
Ayat 19-34 menjelaskan di Mahsyar nanti manusia terbagi dua saja. Pertama, orang yang diberikan kitab catatan amalnya dari sebelah kanan. Ia dengan penuh gembira menerimanya karena ia yakin pada hari perhitungan. Ia merasakan kehidupan yang sangat memuaskan di dalam surga yang tinggi. Kedua, orang yang diberikan kitab catatannya dari sebelah kiri. Ia ketakutan dan menyesali harta dan kedudukannya yang telah menjerumuskannya ke neraka. Ia dimasukkan ke neraka Jahim sambil diikat dengan rantai 70 hasta, karena tidak beriman pada Allah yang Mahagung dan tidak mau terlibat memikirkan nasib kaum miskin.
Ayat 35-37 meneruskan ayat sebelumnya terkait berbagai siksaan neraka seperti, tidak ada teman dekat dan makanan adalah nanah dan darah yang panas.
Ayat 38-52 dari surah Al-Haqqah ini menjelaskan, yang disampaikan Rasul saw. itu Al-Qur’an, bukan syair dan tidak pula mantra-mantra. Diturunkan dari Tuhan Pencipta alam semesta. Sekiranya Rasul saw. mengada-adakannya, pasti Allah tindak Beliau dengan keras. Al-Qur’an itu pelajaran bagi orang bertakwa dan kerugian bagi orang kafir. Al-Qur’an itu pasti kebenarannya. maka sucikanlah nama Allah yang Agung.
Simak Videonya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar